Kamis, 16 Desember 2010

ALASAN DIPERLUKANNYA PROYEK DALAM ORGANISASI

ALASAN DIPERLUKANNYA PROYEK
DALAM ORGANISASI 
Oleh : Adi Hasan Basri

A.    Pendahuluan
Kebersamaan dalam kehidupan merupakan kunci keberhasilan setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Sebagai mahluk yang memiliki kebutuhan social maka manusia memiliki sifat saling membutuhkan antara satu dengan lainnya utuk mencapai suatu tujuan.
Dalam kehidupan bermasyarakat manusia memiliki tujuan, yang mana antara satu dan lainya terkadang memiliki suatu tujuan yang sama, begitupula organisasi yaitu suatu badan sebagai wadah dari beberapa manusia untuk mencapai tujuan yang sama dan memiliki pembagian tugas serta memiliki sistem kerja yang jelas.
Organisasi yang ada dalam masyarakat tentu saja banyak sekali ragamnya, dan system kerja serta memiliki tujuan yang berbeda-beda. Organisasi yang ada dalam masyarakat antara lain, karang taruna, organisasi desa, serta penyelenggara-penyelenggara pendidikan yang ada di wilayah masing-masing.
B.     Pembahasan
1.      Pengertian Organisasi
Di bawah ini adalah pengertian dari organisasi yang di kemukakan oleh para ahli :
Menurut Drs. M. Manullang Organisasi dalam arti dinamis (pengorganisasian) adalah suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan di lakukan. Pembatasan tugas – tugas atau tanggung jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama-sama seefektif mungkin untuk pencapaian tujuan. Secara singkat organisasi adalah suatu kegiatan diferensiasi tugas-tugas.[1]
Drs. Soekarno K. Berpendapat bahwa Organisasi sebagai fungsi manajemen (organisasi dalam pengertian dinamis) adalah organisasi yang memberikan kemungkinan bagi manajemen dapat bergerak dalam batas-batas tertentu. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu mengadakan pembagian kerja.
Sedangkan pendapat Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sam dalam mencapai tujuan tertentu. Organiasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
Begitu pula dengan Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudiro memberika definisi organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai suatu tujuan tertentu.[2]
Dari pengertian diatas dapat diambil Kesimpulan definisi di atas adalh bahwa pengorganisasian (organizing) adalh funsi manajemen, sifatnya dinamis dan merupakan proses untuk memeperoleh organisasi (organization) yang menjadi alat dan wadah manajer melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam mencapai tujuan.
2.      Pentingnya manajemen dalam organisasi
Dalam peenelolan organisasi tidak lepas dengan apa yang disebut dengan manajemen. Hal itu dikarenakan :[3]
a)      Organisasi adalah syarat utama adanya manajemen tanpa organiasi manajemen ini tidak ada.
b)      Organisasi merupakan wadah dan alat pelaksanan proses manajemen dalam mencapai tujuan.
c)      Organisasi adalah tempat kerja sama formal dari sekelompok ornag dalam melakukan tugas-tugasnya.
d)     Organisasi mempunyai tujuan yang ingin dicapai
3.      Unsur-unsur Organisasi
Unsur-unsur organisasi antara lain :
a)      Manusia (human factor), artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia yang bekerjasama, ada pemimpin dan ada yang di pimpin (bawahan)
b)      Tempat kedudukan, artinya organisasi itu baru ada, jika ada tempat kedudukannya.
c)      Tujuan artinya organisasi baru ada jika tujuan yang ingin di capai.
d)     Pekerjaan, artinya organisasi itu baru ada, jika ada pekerjaan yang akan dikerjakan serta adanya pembagian pekerjaan.
e)      Struktur, artinya organisasi itu baru ada, jika ada hubungan dan kerjasama antara manusia yang satu dengan yang lainnya.
f)       Tekhnologi, artinya organisasi itu baru ada jika terdapat unsur tekhnis.
g)      Lingkungan (environment external social system), artinya organisasi itu baru ada, jika ada lingkungan yang saling mempengaruhi misalnya ada sistem kerjasama sosial.[4]
4.      Hubungan-hubungan dalam organisasi
            Penetapan hubungan dalam suatu organisasi merupakan salah satu syarat terciptanya kerjasama (teamwork), antara karyawan dengan karyawan, dan antara departemen dengan departemen.
Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan hubunga organisasi terdiri dari :
a)      Hubungan vertikal, baik hubungan konkret maupun hubungan abstrak. Hubungan konkret, yaitu hubungan individu atasan dengan individu bawahannya. Hubungan abstrak, yaitu hubungan pekerjaan (bagian) yang satu dengan pekerjaan (bagian) lainnya yang diintegrasikan. Misalnya pada perusahaan garmen hubungan bagian gunting dengan bagian tukang jahit.
b)      Hubungan Horizontal, baik hubungan konkrit maupun hubungan abstrak. Hubungan konkret,yaitu hubungan antara individu karyawan yang sama golongan sebagai akibat organisasi. Hubungan abstrak, yaitu hubungan pekerjaan (bagian) yang satu dengan pekerjaan (bagian) yang lain yang harus di koordinasi. Misalnya tukang gunting pakaian orang dewasa dengan tukang gunting pakaian anak-anak.[5]
5.      Tanda-tanda organisasi yang baik:
ü  Tujuan organisasi jelas dan realistis.
ü  Pembagian kerja dan hubungan kerja antara pekerjaan antara unit-unit, sub-subsistem atau bahagian-bahagian harus baik dan jelas.
ü  Organisasi itu harus menjadi alat dan wadah yang efektif dalam mencapai tujuan.
ü  Tipe organisasi dan strukturnya harus sesuai dengan kebutuahn perusahaan.
ü  Unit-unit kerja (departemen-bagian)-nya ditetapkan berdasarkan atas eratnya hubungan pekerjaan.
ü  Job description setiap jabatan harus jelas dan tidak tumpang tindih pekerjaan.
ü  rentang kendali setiap bagian harus berdasarkan volume pekerjaan dan tidak boleh terlalu banyak.
ü  Sumber perintah dan tanggung jawab harus jelas, melalui jarak yang terpendek.
ü  Jenis wewenang yang dimiliki setiap pejabat harus jelas
ü  missmanajemen penempatan karyawan tidak ada.
ü  Hubungan antara bagian dan bagian lainnya jelas dan serasi.
ü  Pendelegasian wewenang harus berdasarkan jobdesk karyawan
ü  Diferesiansi,koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi harus baik.
ü  Organisasi harus luwes dan fleksibel
ü  Organisasi harus mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.[6]
Organisasi adalah suatu sistem perserikatan,berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok orangyang bekerjasama dengan mencapai tujuan tertentu. Organisasi ini hanya menjadi alat dan wadah untuk melakukan proses manajemen tersebut.
6.      Perencanaan dan Penjadwalan Proyek
Perencanaan merupakan penyusunan suatu konsep secara global yang digunakan untuk memprediksi pekerjaan yang hares dilakukan di kemudian had (Uher, 1996). Perencanaan sangat membantu pihak manajemen dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas atau kegiatan yang sedang dilaksanakan, selain itu bila tidak ada' perencanaan maka tidak ada pegangan atau pedoman yang dipakai untak melaksanakan aktivitas-aktivitas tersebut. Proses pengontrolan terhadap aktivitas-aktivitas yang hares dilaksanakan pun tidak dapat dilakukan tanpa adanya perencanaan, karena perencanaan merupakan kegiatan yang mendahului pengontrolan (Hamilton, 1097).
Penjadwalan .memiliki pengertian secara khusus sebagai durasi dari waktu kerja yang dibutuhkan untuk melakukan serangkaian aktivitas kerja yang ada dalam kegiatan konstruksi (Bennatan, 1995).' Penjadwalan juga merupakan proses penyusunan daftar pekerjaan yang akan dilakukan untuk mencapai atau mewujudkan suatu tujuan tertentu yang juga memuat Label waktu pelaksanaannya (Gould,1097).
Penjadwalan proyek bertujuan untuk: (Hamilton, 1997)
·         Memprediksi: waktu penyelesaian proyek Berta waktu yang dibutuhkan untuk disain dan penerapannya di lapangan.
·         Memprediksi waktu untuk memulai dan menyelesaikan suatu aktivitas.
·         Merencanakan dan mengontrol sumber yang digunakan.
·         Mengevaluasi dampak yang terjadi apabila ada perubahan pads waktu penyelesaian proyek.
·         Merekam kemajuan atau perkembangan pelaksanaan proyek.
·         Mengetahui bila terjadi keterlambatan atau kemunduran waktu. pelaksanaan.
Perencanaan dan penjadwalan mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan proyek. Suatu penjadwalan juga digunakan untuk mengatur somber days manusia beserta perlengkapan, material, dan organisasi yang dibentuk untuk mencapai sate sasaran dari suatu proyek (Gould, 1997).
Alasan-alasan diperlukannya perencanaan penjadwalan proyek adalah: (Hamilton, 1997) adalah sebagai berikut :
o   Mengatur seluruh aktivitas serta sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek.
o   Menentukan hubungan dan prioritas dari seluruh aktivitas proyek.
o   Menciptakan pedoman waktu pelaksanaan yang dapat dipakai oleh seluruh partisipasi proyek.
o   Mengontrol pelaksanaan proyek terhadap jadwal rencana.
o   Mengkomunikasikan perencanaan, yang merupakan salah satu komponen penting sebagai saran koordinasi, karena tanpa adanya koordinasi yang baik antar masing-masing pihak yang terlibat, suatu proyek konstruksi tidak akan dapat berjalan dengan baik (Uher, 1996).
7.      Proses Perencanaan dan Penjadwalan Proyek
Kriteria yang terpenting dalam perencanaan dan penjadwalan proyek adalah merencanakan suatu penjadwalan yang realistic, berdasarkan data-data, informasi yang akurat, serta kondisi lapangan, sehingga penjadwalan yang direncanakan dapat dilaksanakan sesuai rencana.
Proses perencanaan dan penjadwalan meliputi empat tahapan, yaitu identifikasi aktivitas proyek, penyusunan urutan aktivitas, estimasi durasi aktivitas, perhitungan jadwal proyek.
8.      Identifikasi Aktivitas Proyek
Suatu proyek konstruksi, baik berskala besar maupun kecil, mempunyai berbagai macam. aktivitas. Aktivitas adalah bagian dari komponen proyek yang mengkonsumsi sumber daya dan selalu memiliki waktu awal dan akhir dalam. pelaksanaannya (Angus, Gunderson, Cullinane, 2003).
Identifikasi aktivitas bertujuan untuk mengetahui secara rinci kegiatan­kegiatan yang ada dalam pelaksanaan proyek sehingga meningkatkan akurasi perkiraan kurun waktu penyelesaian proyek (Soeharto, 1999).
Identifikasi aktivitas dilakukan berdasarkan gambar perencanaan proyek dan observasi lapangan, hanyaknya aktivitas tergantung Bari detail aktivitas yang di inginkan, misalnya aktivitas pile cap, dapat diidentifikasi lagi menjadi 3 aktivitas , yaitu aktivitas penulangan, bekisting, dan pengecoran.
9.      Penyusunan Urutan Aktifitas
Penyusunan urutan aktivitas adalah penentuan urutan aktivitas kerja yang akan dilaksanakan pads proyek di lapangan. Urutan aktivitas ini diperlukan untuk menggambarkan hubungan antara berbagai aktivitas yang akan dilaksanakan di lapangan.
Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun urutan aktivitas adalah:(Hamilton, 1997)
a)      Predecessor, yaitu aktivitas sebelum atau yang mendahului aktivitas yang bersangkutan, misalnya aktivitas pembersihan lahan merupakan predecessor aktivitas pemancangan.
b)      Successor, yaitu semua aktivitas sesudah atau yang terjadi setelah aktivitas yang bersangkutan, misalnya aktivitas pemancangan merupakan successor aktivitas pembersihan lahan.
c)      Concurrent, yaitu aktivitas-aktivitas yang dapat terjadi atau berlangsung bersamaan dengan aktivitas yang bersangkutan.[7]
10.  Pentingnya proyek dalam organisasi
Telah dijelaskan diatas bahwasannya banyak sekali jenis organisasi yang berada di masyarakat, mulai dari organisasi ibu-ibu, organisasi kepemudaan, organisasi kampung, bahkan organisasi pendidikan.
Dalam organisasi pendidikan banyak sekali kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan mulai dari awal tahun sampai akhir tahun, seperti halnya melaksanakan mid semester, semester, ujian sekolah, dan ujian nasional.
Dalam pelaksanaannya, organisasi hendaknya harus terlebih dahulu mengadakan pertemuan guru (pengelola organisasi) untuk mengadakan perencanaan terlebih dahulu, hal itu di harapkan agar kegiatan proyek yang ada pada organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan dari pada organisasi tersebut.


               [1] Moedjiarto, Manajemen Sekolah Unggul, Jakarta : Duta Graha, Graha Pustaka, hal 32
                [2] Prajudi Atmosudirjo, Pengambilan Keputusan, Jakarta : Ghalian Indonesia, 1997, hal 12
                [3] Sofyan Safari Harahab, Manajement Kontemporer, Jakarta : Rajawali Prees. Hal 45
                [4] Rosenzweig, Organisasi dan manajemen, (terjemahan A.Hasyim Ali) Jakarta : Bumi Aksara, edisi 4 bagian 2, 1979, Hal 31
                [5] Sofyan Safari Harahab, Op.Cit, hal 54
                [6] Ibid, hal 35
                [7] Locke, Esensi Kepemimpinan, (terjemahan Aris Ananda) Jakarta : Spectrum, 1997, hal 56

0 komentar:

Posting Komentar

 

Ekonomi

Tags

Followers

Wahana Kreasi 4 Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template