Selasa, 21 Desember 2010

HADIST TEMATIK TENTANG ZAKAT

HADIST TEMATIK TENTANG ZAKAT
Oleh : Adi Hasan Basri


A.    Pendahuluan
Salah satu ajaran islam selain perintah mendirikan shalat adalah zakat. Dalam al-Qur’an telah disebutkan setiap perintah shalat selalu diiringi dengan perintah zakat. Hal in dapat kita lihat dalam suruat Al-Baqarah ayat 110, yaitu :
 (#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qŸ2¨9$# 4 $tBur (#qãBÏds)è? /ä3Å¡àÿRL{ ô`ÏiB 9Žöyz çnrßÅgrB yYÏã «!$# 3 ¨bÎ) ©!$# $yJÎ/ šcqè=yJ÷ès? ׎ÅÁt/  
Artinya : “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan.[1]
Adanya syari’at zakat ini pada dasarnya adalah ibadah yang berdimensi social yang bertujuan untuk mengurangi jrang pemisah antara si kaya dan si miskin, maka dari itu diharapkan seluruh umat islam di dunia ini akan mencapai suatu kesejahteraan bersama.
Zakat terbagi menjadi dua yakni zakat mal dan zakat fitrah.[2] Adapun yang berkewajiban mengeluarkan zakat mal adalah setiap muslim yang memiliki harata yang lebih (yang telah ditentukan dalam islam). Sebagai mana firman Allah SWT dalam surat Al-Isra’ ayat 30 :
¨bÎ) y7­/u äÝÝ¡ö6tƒ s-øÎh9$# `yJÏ9 âä!$t±o âÏø)tƒur 4 ¼çm¯RÎ) tb%x. ¾ÍnÏŠ$t6ÏèÎ/ #MŽÎ7yz #ZŽÅÁt/  
Artinya : Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.
Dari ayat di atas dapat diambil pengertian bahwa Allah mempunyai kekuasaan untuk memberikan rizki kepada siapapun yang dikehendakinya, dan bagi siapapun yang diberikan harta yang lebih maka mempunyai kewajiban untuk membayar zakat, hal itu dikarenakan dilam hartanya terdapat hak orang lain.
Yang ke dua adalah Zakat Nafs atau sering disebut dengan zakat fitrah yaitu zakat yagn diberikan berkenaan dengan selesainya mengerjakan shiyam (puasa) yang difardukan. [3]
B.     Pembahasan
1.      Dasar Hukum Zakat
Dalam islam zakat merupakan rukun islam yang wajib dilakukan oleh setiap umat islam yang mampu melaksanakannya dan diberikan kepada mereka yang berhak menerimannya. Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 103 :
õè{ ô`ÏB öNÏlÎ;ºuqøBr& Zps%y|¹ öNèdãÎdgsÜè? NÍkŽÏj.tè?ur $pkÍ5 Èe@|¹ur öNÎgøn=tæ ( ¨bÎ) y7s?4qn=|¹ Ö`s3y öNçl°; 3 ª!$#ur ììÏJy íOŠÎ=tæ  
Artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[4] dan mensucikan[5] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
Didalam sunnah telah disebutkan beberapa hadis yang berkenaan dengan zakat, yakni antara lain sebagai berikut :
عن ابن عباس رضي الله عنهما ان النبي ص م بعث معد رضي الله عنه الئ اليمن فقا ل ادعهم الئ شهادة ان لا اله الاالله واني رسول الله فان هم اطاعوا لد لك فا علمهم ان الله قد فترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة فان هم اطاعوا لد لك فا علمهم ان الله فترض عليهم صدقة فى اموالهم تؤخد من اغنيائهم وترد على فقرئهم.[6]
Artinya : Dari Ibnu Abas RA Dia menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengutus Mu’adz ke yaman lalu bersabda “ Ajaklah penduduk Yaman untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, jika mereka telah mengucapkannya, beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan shalat 5 waktu dalam sehari-semalam. Jika mereka telah melaksanakannya, beritahukanlah mereka hahwa Allah mewajibkan zakat atas harta mereka, yang diambilkan dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang kafir.
Dari hadis di atas dapat diambil pengertian bahwa zakat (zakat Mal) merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim yang telah terpenuhi syarat sebagai muzakki maka wajib untuk mengeluarkan zakat dan zakat tersebut akan diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimannya.
Di dalam hadist itu pula kita dapat memetik suatu pelajaran bahwa dalam islam untk memberikan syari’at diajarkan untuk bertahap, hal itu terbukti dari pesan rasulullah SW kepada Mu’az untuk mengajak kepada penduduk yaman untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, setelah mereka mengucapkannya maka beritahukanlah bahwa Allah SWT telah mewajibkan shalat lima waktu dalam sehari semalam, setelah itu beritahukanlah bahwa bagi orang yang kaya mempunyai kewajiban untuk membayar zakat.
Selain zakat mal islam juga mewajibkan untuk membayar zakat fitrah, sebagai mana sabda nabi Muhammad SAW :
عن ابن عمر ؤضي الله عنه قا ل فرض رسول الله ص م زكا ة الفطر صا عا من تمر او صا عا من شعير علىعبد والحر والدكر والانثى والصغير والكبير من المسلمين وامر بها ان تؤدى خروج الناس الى الصلا ة.[7]
Artinya : Ibnu Umar berkata : Rasulullah SAW telah memfardukan zakat fitrah sebanyak satu sha[8] tamar  atau gandum terhadap umat islam budak atau orang merdeka, laki-laki atau orang perempuan, anak-anak atau dewasa. Dan Rasulullah memerintahkan untuk membayar zakat (zakat Fitrah) sebelum berangkat menunaikan shalat idul fitri.
Dari hadist di atas dapat diketahui bahwa selain zakat mal ada juga kewajiban mambayar zakat fitrah. Adapun perbedaan ketentuan zakat mal dan zakat fitrah adalah zakat mal tertentu bagi orang yang sudah memenuhi syarat zakat (harta yang dimilikinya sudah sampai nishab). Berbeda dengan zakat fitrah diwajibkan kepada setiap umat muslim.
Adapun hikmah disyari’atkan membayar zakat fitrah yaitu untuk mensucikan bagi orang-orang yang berpuasa dari perbuatan, atau perkataan yang sia-sia dan dari perkataan keji yang mungkin telah dilakukan dalam bulan puasa serta untuk menjadi penolong bagipenghidupan bagi orang fakir. Sebagi mana sabda rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah dan dan Ad Dharaquthni dari Ibnu Abas :
فرض رسول الله ص م زكاة الفطر ظهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين من اداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة و من اداها بعد الصلاة فهي صد قة من الصد قه.
Artinya : Rasulullah SAW telah memfardukan zakat Fitrah untuk pensuci orang yang berpuasa dari segala perkataan keji dan sia-sia dan untuk menjadi makanan bagi orang miskin. Barang siapa menunaikan sebelum sembahyang, maka menjadilah ia zakat yang diterima dan barang siapa menunaikan sesudah sembahyang jadilah ia suatu sedekah saja.[9]
Dari hadist diatas menerangkan tentang hikmah dari pada pelaksanaan zakat fitrah yang mana dilaksanakan sebelum melaksakanan shalat idul fitri, yakni untuk mensucikan dari segala perkataan keji dan sia-sia dan untuk menjadi makanan bagi orang miskin, dan pada hadist di atas disebutkan pula batas maksimal dari pada pembayaran zakat.
2.      Zakat orang yang berhutang    
Apabila orang berhutang maka hendaklah dia pisahkan hartanya sebanyak hutangnya. Kemudian jika yang tinggal, cukup senishab, hendaklah ia membayar zakat senishab itu saja. Sebagaimana diberitakan oleh As Saib Ibn Yazid :
سمعت عثمان يقول : هدا شهر زكاتكم, فمن كان عليه دين فليؤده حتى تخرجوا زكاة اموالكم.
Artinya : Aku mendengar ‘Ustman berkata “ “ini bulan kamu mengeluarkan zakat hartamu, maka barang siapa mempunyai hutang, hendaklah ia selesaikan hutangnya, supaya kamu mengeluarkan zakat hartamu.”
Dan pada suatu lafadz berbunyi
من كا ن عليه دين فليقض دينه وليزك بقية مله
Artinya : Barang siapa berhutang hendaklah ia bayar hutangnya dulu dan hendaklah ia zakatkan harta yang tertinggal sesudah ia membayarnya hutangnya. [10]
Dari perkataan utsman ini menunjukkan bahwa hutang itu menjadi penghalang bagi wajib zakat dan bahwasannya zakat itu tidak wajib atas orang yang mempunyai hutang.
Selain hadist di atas juga diriwayatkan oleh Ashab Malik dari Ibn ‘Imran dari syuja’ dari nafi’ dari Ibnu Umar, bahwa nabi Muhammad SAW bersabda :
اداكان لرجل الف د رهم وعليه الف د رهم فلا زكاة عليه
Artinya : apabila orang memiliki seribu dirham dan hutangnyapun seribu dirham, maka ia tidak wajib berzakat.
Berbeda halnya dengan orang yang memiliki piutang kepada orang lain. Apabila seseorang memiliki piutang maka orang tersebut memiliki kewajiban membayar zakat terhadap tahun-tahun yang lalu apabila piutang tersebut telah dibayar. Hal ini mengingat hadist yang diriwayatkan oleh Abu “Ubaid dari Ali Ra :
فىالد ين المظنون ان كان صاد قا فليزكه اداقيضه لما مضى   
Artinya : Terhadap hutang yang disangka kuat akan diperoleh kembali jika hal itu benar, hendaklah dikeluarkan zakat apabila ia telah menerimanya untuk tehun-tahun yang lalu.
Tetapi dalam menyikapi hadist diatas para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama tidak mewajibkan untuk membayarkan zakat terhadap harta yang dihutangkan. Qatadah mengatakan bahwa harta itu tidak wajib dizakati, dikarenakan sang pemilik tidak bias mengambil manfaat dari harta tersebut.
Tetapi Ats Tsauri dan Abu Ubaid mengatakan wajib dikeluarkan zakatnya sesudah ia terima untuk tahun-tahun yang lalu.
C.     Kesimpulan
Dari beberapa uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
1.      Zakat tebagi menjadi dua yakni zakat Mal dan zakat fitrah
2.      adapun hikmah dari pada pelaksanaan zakat fitrah, yakni untuk mensucikan dari segala perkataan keji dan sia-sia dan untuk menjadi makanan bagi orang miskin.
3.      Zakat fitrah dilaksanakan sebelum shalat idul fitri.
Orang yang memiliki hutang maka ketika hendak mengeluarkan zakatnya maka harus di pisahkan terlebih dahulu antara hutang dan harta miliknya


[1]  Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Yayasan Penterjemah Al-Qur’an, CV Darus Sunah, Jakarta, th 2007.h 409
[2] Prof.H.Chatibut Ulum, Fiqih Empat Madzhab, Darul Ulum Pers, tt, th 1996. h 169    
[3] Teungku Muhammad HAsbi Ash Shidiqie, Pedoman Zakat, PT Pustaka Rizki Putra, Semarang, Cet ke 3 th 1999, h 9
[4] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda
[5]Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.
[6] Abi ‘Abdillah Muhammad Ibnu Isma’il al-Bukhori, Al-Bukhori, Beirut : Darul Kitab Al-Islami, tth. h. 242
[7]  Abi ‘Abdillah Muhammad Ibnu Isma’il al-Bukhori, Op.Cit, h 246
[8] Satu Sha’ dalam ukuran di Indonesia sama dengan 2,5 Kg beras 
[9] Dr. H. Enizar, MA, Diktat Hadist Ahkam, tp, tt, tth, h. 28
[10] Lihat Asy Syarhul Kabir 2 : 251

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Ekonomi

Tags

Followers

Wahana Kreasi 4 Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template