Kamis, 16 Desember 2010

OPTIMALISASI PERANAN SDM DAN SDA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI UMAT.

 OPTIMALISASI PERANAN SDM DAN SDA DALAM 
PENGEMBANGAN EKONOMI UMAT.
Oleh : Adi Hasan Basri
A.    Pendahuluan
Dalam kehidupan dunian tampaknya selalu ada permasalahan yang menjadi problem yagn harus dipecajkan atan tantangan yan harus dihadapi dan deselesaikan. Hali ni terjadi dari tingkat pribadi, keluarga, tetangga, bahkan sampai pada organisasi, umat beragama, bangsa atau Negara lain dan bahkan dunia
Ketika kita berbicara menganai problematika bangsa, maka batasannya adalah Negara, sehingga perbedaan agama tidak mendaji ukuran dan membatasinya. Artinya siapapun siapapun yang menjadi warga Negara meskipun berbeda agama akan masuk dalam konsep bangsa.
Lain halnya ketika kita berbicara mengenai umat islam, maka batasannya adalah para pemeluk agama islam, yaitu kita yang memeluk islam yang menjadi kesatuan di dalamnya yang sama-sama menghadapi problematika.
Islam sebagai agama yang banyak pemeluknya tidak selayaknya mengalami keterpurukan yang sangat mendalam. Hal itu dikarenakan kalau kita pikir Sumber Daya Manusia (SDM), kemudian jumlah manusia yang bisa dijadikan sumber modal dasar dalam aktifitas ekonomi, maka umat Islam mestinya bias menjadi sumber yang besar dan kuat.
1
 
Suatu hal yang belum digarap secara serius adalah pemberdayaan umat Islam secara komprehensif. Semisal dalam bidang perekonomian, umpamanya umat islam yang jumlahnya banyak ini sekaligus diposisikan sebagai konsumen. SDM yang tercecer diberbagai perusahaan, instansi dan organisasi bahkan juga ditempat yang bukan islam semestinya dapat dikeloloa secara professional. Apabila SDM tersebut dikelola secara baik maka sudah pasti akan menjadikan kekuatan baru bagi umat islam dalam menghadapi permasalahan di dunia ini. 
B.     Pembahasan
1.      Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah semua potensi yang berhubungan dengan data kependudukan yang dimiliki oleh daerah/Negara yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.[1]
Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang ikut serta menentukan suatu pembangunan, sebab dengan SDM yang memadai maka sudah selayaknya akan terciptanya suatu karya yang cukup sehingga kebutuhan ekonomi masyarakat dapat terpenuhi dengan kreatifitas mereka.
a.      Peranan SDM dalam mengembangkan ekonomi umat
Abad 21 yang sering disebut dengan abad globalisasi sudah merambah ke pedesaan, Sehingga konfrensi, seminar, termasuk juga pengajian sudah beramai-ramai membicarakan tentang globalisasi.
Globalisasi akan membawa dampak negative, namun sekaligus juga ada celah-celah membawa dampak positif, hal itu tergantung bagaimanan menghadapi globalisasi. Ketika manusia mempunyai kesiapan dalam menghadapinya justru akan muncul kesempatan-kesempatan baru untuk unjuk kemampuan, dan sekaligus akan dapat menjadi kesempatan untuk pengembangan ekonomi umat.
Untuk mencapai Sumber Daya Manusia (SDM) yang maksimal ada beberapa hal yang harus di lalui oleh setiap manusia, antara lain :
a.       Mengubah tantangan menjadi kesempatan
Globalisasi memiliki inti kompetisi, maka berarti kompetisi itu sendiri merupakan tantangan bagi mereka yang ragu atau belum siap untuk melakukannya. Bagi mereka yang belum siap atau bahkan takut, globalisasi merupaka ancaman yang menakutkan dan globalisasi akan menggilasnya.
Untuk menghadapi itu semua umat islam perlu mempunyai beberapa persiapan, yaitu : mengubah mentalitas untuk siap bertarung dalam kompetisi.[2] Dengan demikian berarti manusia hendaknya merubah tatanan pola pikir dengan cara mempersiapkan diri dalam menghadapi globalisasi yang akan datang.
b.      Mengubah Sikap Mental
Kondisi Umat islam saat ini sedang mengalami keterpurukan terhadap mentalitas, terutama sekali ketika menghadapi permasalahan ekonomi. Mengubah sikap mental mencakup sikap, kesadaran dan kesanggupan diri untuk menghadapi perubahan[3]. Hanya umat islam sendiri yang dapat merubah dirinya untuk siap melakukan kompetisi. Sebagaimana firman Allah SWT :
¼çms9 ×M»t7Ée)yèãB .`ÏiB Èû÷üt/ Ïm÷ƒytƒ ô`ÏBur ¾ÏmÏÿù=yz ¼çmtRqÝàxÿøts ô`ÏB ÌøBr& «!$# 3 žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 !#sŒÎ)ur yŠ#ur& ª!$# 5Qöqs)Î/ #[äþqß Ÿxsù ¨ŠttB ¼çms9 4 $tBur Oßgs9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB @A#ur ÇÊÊÈ  
Artinya : Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[4] Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[5] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.[6]
Ungkapan “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sampai dengan mereka mengubah keadaan yang ada pada keadaan diri mereka sendiri”. Menurut sebagaian ulama tafsir dimaknai sederhana sekali “Allah tidak akan mengubah kenikmatan yang ada pada suatu kaum dengan menurunkan siksaan, kecuali mereka sendiri berbuat kemaksiatan dan kerusakan.[7]
Menurut tafsir di atas jelalah ayat tersebut tidak akan memberikan pengaruh perubahan pada diri manusia menuju kepada kebaikan dan kemajuan umat. Karna terlalu simpelnya dalam menafsirkan suatu ayat tersebut.
Menurut Prof. A. Qodri Azizy dalam menafsirkan ayat di atas minimat memuat beberapa hal pengertian, antara lain :[8]
1.     Segala gerak-gerik manusian akan selalu ada Rocord-nya sampai yang detail sekalipun. Keyakinan seperti ini akan menjadi landasan etika dalam berbuat dan kekaligus dalam meningkatkan kemajuan ekonomi. Perbuatan curang, jahat, dan yang jelek serta malas akan selalu tercatat di hadapan Allah, dan itu semua akan mendapatkan balasan dari Allah sesuai dengan perbuatannya. Begitu pula sebaliknya ketika manusia berbuat baik maka akan mendapatkan balasannya pula.
2.     Allah memberikan otoritas kepada kaum untuk menentukan pilihannya, namun akan memberi konsekuensi berupa rewards. Allah tidak akan serta merta merubah begitu saja, namun memberi otoritas pada diri kaum sendiri untuk berubah atau tidak.
3.     Perubahan mentalitas sangat ditentukan oleh diri sendiri bagi kaum. Ini juga berlaku bagi induvidu-induvidu. Artinya, induvidu untuk urusan pribadinya atau kaum untuk urusan kaumnya yang hanya dapat mengubah keadaannya sendiri.
4.     Pada akhirnya tetap Allah yabg paling berkuasa dan menentukan seglanya (namun tetap Allah menghargai upaya siapa saja untuk dirinya sendiri).
Menurut penafsiran yang lakukan Prof.A.Qodri Azizi berarti justru dirinya sendiri yang dapat memastikan apakah mau berubah atau tidak mau berubah.
c.       Husnu al-Zhan kepada allah (Berfikir Positif)
Berfikir Khusnu al-Zhan akan dapat menghasilkan sifat optimisme pada diri manusia. Hadis qudsi akan bahwa “Aku Allah sesuai dengan sangkaan hamba-Ku kepada-KU”. Artinya, Allah akan memberi kepada hamba-Nya segala sesuatu yang disangkakan olehnya kepada Allh. Kalau hambanya menyakngka bahwa Allah akan memberi apa yan ia upayakan (ini berarti berfikir optimis) maka Allah akan memenuhinya. Berarti ia akan sangat mungkin untuk berhasil. [9]
Sebaliknya, jika manusia menyangka bahwa Allah Allah tidak akan mengabulkan upayanya (berarti berfikir pesimis) maka Allah tidak akan memenuhi apa yang diupayakan. Hal itu juga sepadan dengan apa yang telha dikatakan oleh James Allen yang mengatakan “Anda Akan sekecil apa keinginan Anda, dan sebesar apa pemikiran Anda”[10]
d.      Istiqomah
Setelah kita husnu zan kepada Allah, kita lanjutkan lagi bahwa prestasi atau hasil kerja merupakan kosekeunsi dari kerja keras yang harus dilakukan. John c. Maxwell mengatakan “Jika anda tetap melakukan apa yang selalu anda lakukan anda tetap mendapatkan apa yang anda dapatkan”[11]
Dari pendapat di atas diketahui bahwa ketika manusia melakukan sesuatu dengan istiqomah maka ia akan mendapatkan segala sesuatu yang ia lakukan.
Hal tersubut sesuai dengan firman Allah :
y7Í´¯»s9'ré& óOßgs9 Ò=ŠÅÁtR $£JÏiB (#qç7|¡x. 4 ª!$#ur ßìƒÎŽ|  É>$|¡Ïtø:$# ÇËÉËÈ  
Artinya : Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.[12]
Selain itu Allah juga berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat 32 yaitu sebagai berikut :
Ÿwur (#öq¨YyJtGs? $tB Ÿ@žÒsù ª!$# ¾ÏmÎ/ öNä3ŸÒ÷èt/ 4n?tã <Ù÷èt/ 4 ÉA%y`Ìh=Ïj9 Ò=ŠÅÁtR $£JÏiB (#qç6|¡oKò2$# ( Ïä!$|¡ÏiY=Ï9ur Ò=ŠÅÁtR $®ÿÊeE tû÷ù|¡tGø.$# 4 (#qè=t«óur ©!$# `ÏB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 3 ¨bÎ) ©!$# šc%Ÿ2 Èe@ä3Î/ >äó_x« $VJŠÎ=tã ÇÌËÈ  
Artinya :  dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.[13]
Dari ayat di atas dengan jelas dan tegas dialamatkan kepada kita. Kata kuncinya adalah “hasil/Prestasi sesuai dengan kerja yang dilakukan”.[14] Dengan kata Kasabu, Iktasabu, ‘Amilu, yang intinya adalah kerja yang dilakukan. Ini berarti merupakan investasi, dimana hasil atau prestasi merupakan konsekuensi dari kerja tadi.
2.      Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber daya alam merupakan faktor input dalam kegiatan ekonomi. Namun demikian, pengertian sumberdaya alam tidak terbatas sebagai faktor input saja karena proses produksi akan menghasilkan output (misalnya Limbah) yang kemudian menjadi faktor input bagi kelangsungan dan ketersediaan sumberdaya alam.
Sumber Daya Alam menghasilkan barang dan jasa untuk proses industri yang berbasis Sumber Daya Alam maupun yang langsung dikonsumsi oleh rumah tangga. Dari proses industri dihasilkan barang dan jasa yang kemudian dapat digunakan oleh rumah tangga untuk konsumsi.
Sumber Daya Alam adalah Menurut Ireland 1974 dalam soerianegara, 1977, adalah keadanlingkungan alam yang mempunyai nilai untuk memenuhi kebutuhan manusia.[15]
A.    Macam-macam Sumber Daya Alam
Dalam pembagiannya Sumber Daya Alam dikelompokkan sebagai berikut[16] :
A.    Sumber daya alam berdasarkan jenis
-          Sumber daya alam hayati / biotic adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
-          Sumber daya alam non hayati / abiotik
adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati.
contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
B.     Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan
-          sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable
yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
-          sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable
ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
-          Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited
contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain
C.     Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
-          Sumber daya alam penghasil bahan bakuadalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi.contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
-          sumber daya alam penghasil energiadalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.
B.     Peran Sumber Daya Alam terhadap Ekonomi Umat
Sampai sekarang masih ada orang-orang yang mengatakan bahwa sesuatu negara mengalami kemiskinan adalah karena tidak cukupnya sumber-sumber alam yang dimilikinya. Memang benar terbatasnya tingkat output di negara yang pendapatannya rendah antara lain disebabkan oleh  terbatasnya sumber-sumber alam yang tersedia, baik dalam arti kuantitas maupun jenisnya. Tanpa adanya sumber alam yang minimum di negara itu, maka akan tidak banyak harapan untuk adanya perkembangan ekonomi. Alam sekitarnya membatasi kemungkinan usaha-usaha manusia untuk hidup dan mencapai sesuatu.
Tersedianya sumber alam itu sendiri tidak cukup untuk mengadakan perubahan ekonomi, dan juga tidak adanya atau langkanya sumber alam itu sendiri bukan pula merupakan sebab dan halangan untuk mencapai kemajuan-kemajuan ekonomi.
Selanjutnya peranan relatif dari sumber alam dalam perkembangan perekonomian cenderung untuk turun bila perekonomian itu semakin berkembang. Dengan naiknya pendapatan, maka hasrat berkonsumsi marjinal pada sumber-sumber alam nampak berkurang. Lagi pula input alat-alat produksi per satuan output untuk sumber-sumber alam akan menurun atau setidak-tidaknya tetap. Turunnya peranan penting dari sumber-sumber alam terutama berhubungan dengan "income elasticity of demand" yang relatif rendah terhadap hasil-hasil pertanian. Demikian juga perubahan-perubahan dalam fungsi produksi yang disebabkan oleh kemajuan teknik, bibit yang baik, penggunaan pupuk dan juga adanya pengeloiaan pengo'ahan tanah yang lebih efisien.
Tetapi kalau kita perhatikan nampak bahwa semakin maju suatu perekonomian secara absolut semakin banyak jumlah dan macam sumberdaya alam yang diolah ; sehingga berubah dari sumberdaya alam yang potensial menjadi sumberdaya alam yang riil sifatnya. Banyak sumber daya alam yang harus diolah sehingga akan mengurangi sumber daya alam yang ada, khususnya sumber daya alam yang bersifat sebagai persediaan (stock resource
Umumnya dikatakan bahwa perbedaan antara negara-negara yang sudah maju dan negara yang rendah pendapatannya tidaklah terletak pada tersedianya sumber alam, tetapi terletak pada tingkat penggunaan sumber-sumber daya yang ada. Tidak tersedianya suatu bahan yang penting dalam suatu daerah akan dapat diatasi oleh negara-negara itu oleh penduduknya atau orang-orangnya yang bersifat kreatif dan tabah dalam menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Apabila penduduknya telah memperkembangkan kecakapan-kecakapan dan bakat-bakatnya dan bila dalam menye­suaikan diri dengan alam sekitarnya itu bersifat agresif dan penuh fantasi, maka mereka akan menemukan sumber daya yang dapat diekploatir. Sebagai contoh, penduduk di daerah pulau-pulau yang berbatu (tandus) menemukan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan mereka di lautan yang kemudian membentuk armada dan kapal dagang yang kuat. Pemerintah negara bagian Hawaii, USA memanfaatkan pemandangan alam yang indah sebagai obyek turisme dan dapat mendatangkan banyak uang.
Istilah sumber daya alam tidak menunjukkan suatu zat atau barang sesuatu yang ada dalam alam sekitar, tetapi menunjukkan fungsi-fungsinya di dalam memuaskan kebutuhan tertentu bagi manusia. Jadi konsep sumber daya alam mencerminkan penafsiran atau penilaian manusia dalam hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhannya. Oleh karena itu sumberdaya alam tidak hanya mencakup tanah, air, udara, hutan dan mineral, tetapi juga lingkungan hidup.
Dengan demikian, keadaan alam yang membaik di suatu daerah tertentu yang belum dieksploitir, adalah belum merupakan sumber-sumber alam kalau fasilitas-fasilitas pengangkutan atau hotel-hotel belum tersedia bagi para turis yang mungkin sekali tertarik pada keadaan alam di daerah tersebut.


[1] K. Wardiyatmoko dkk, Goegrafi, Jakarta, Erlangga, h. 173
[2] Prof. A.Qodri Azizi, Membangun Fondasi Ekonomi Umat, Yogyakarta, Pustaka Belajar, Hal 81
[3] A. Qodri Azizy, Melawan Globalisasi : Reinterpretasi Ajaran Islam, Persiapan SDM dan terciptanya Masyarakat Madani, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, h 56
[4] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.
[5] Tuhan tidak akan merobah Keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.
[6] Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemah, Madinah, Mujamma’ Al-Malik Fadh li thiba’at al-mushaf, hal 370
[7] Al-Razi, Al-Tafsir al-Kabir, Beirut, ar al-Kutub al-“ilmiyyah, 2000, hal 18 
[8] A. Qodri Azizy, Membangaun Intergritas Bangsa, Jakarta, Renaisan, 2004 Hal 54
[9] A. Qodr Azizy, Op.Cit, Hal 88
[10] John C. Max Well, Sukses Dibangun Setiap Hari, tt, Mitra Media, 2007 hal 15  
[11] Ibid., Hal 38
[12] Departemen Agama, Op.Cit. Hal 49
[13] Ibid., Hal 122
[14] A. Qodr Azizy, Op.Cit, Hal 89
[15] Totok Gunawan dkk, Fakta dan Konsep Geografi,  Jakarta, Ganeca Exact, tth Hal 96
[16] Gunawan, Makalah Lingkungan hidup dan Pembangunan Berwawasan Lingkungan, pelatihan terintergrasi berbasis kompetensi guru Mata Pelajaran Geogafi. Dir.SLTP Depdiknas.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Ekonomi

Tags

Followers

Wahana Kreasi 4 Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template